Bacaan:  Mazmur 19:1-7

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;”
—Mazmur 19:2

Alam semesta ini ada oleh karena karya tangan Tuhan. Tak dapat kita bayangkan betapa menakjubkan saat Tuhan merenda dunia dan segala isinya ini.

Maka, sungguh mengherankan bila ada orang tidak percaya kepada Tuhan atau meragukan keberadaan Tuhan, Pencipta alam semesta. Daud dalam mazmurnya menulis: “Orang bebal berkata dalam hatinya: ‘Tidak ada Allah.'” (Mazmur 14:1a). Jadi orang-orang yang masih menyangkal adanya Tuhan dan tidak mau mengakui bahwa Tuhan itu ada disebut sebagai orang bebal. Itulah sebabnya Paulus menasihati, “…perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,” (Efesus 5:15).

Alkitab juga menyatakan agar kita bukan saja hanya mengenal dan memahami bahwa Tuhan itu ada, tetapi juga harus mengasihi dan melayani Dia dengan segenap keberadaan hidup kita.

Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya ini pasti ada maksudNya.  Semuanya bukanlah kebetulan. Ada rencanaNya yang indah di balik segala sesuatu. Harus kita akui bahwa pikiran kita sebagai manusia sangat terbatas dan tak mampu menjangkau pikiran dan rencana Tuhan seperti diungkapkan oleh pemazmur, “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir.” (Mazmur 139:17-18a).

Ada ide yang cemerlang dan luar biasa di balik segala sesuatu yang terjadi di dunia ini yang berasal dari pikiran Tuhan sendiri. Langit dan bumi mengisahkan betapa agung dan dahsyat pekerjaan tanganNya. Matahari, bulan dan bintang pun tunduk kepadaNya.

Jika menyadari akan hal ini, siapakah kita ini di hadapan Tuhan? Kita harus sadar bahwa kita ini bukan apa-apa di hadapanNya.

Namun kita patut berbangga karena Tuhan;  Ia menyediakan alam semesta dan segala isinya ini untuk kita, supaya kita berkarya bagi hormat dan kemuliaan namaNya.


Taken from Renungan Harian Air Hidup – March 06, 2011